latest articles

SILABUS KEPERAWATAN


SILABUS KEPERAWATAN

NAMA SEKOLAH                      : SMK KESEHATAN BHAKTI KENCANA GARUT
MATA PELAJARAN                  : MELAKSANAKAN PEMBERIAN OBAT KEPADA PASIEN
KELAS/SEMESTER                  : XI / IV
STANDAR KOMPETENSI          : Melaksanakan pemberian obat kepada klien / pasien
KODE KOMPETENSI                :
ALOKASI WAKTU                     :
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
TM
PS
PI
1.     Menjelaskan cara-cara pemberian obat kepada pasien













2.     Melakukan pemberian obat kepada pasien sesuai resep dokter
·         Menjelaskan falsafah obat
·         Menjelaskan secara umum mengenai resep
·         Menjelaskan pengertian obat
·         Menjelaskan kegunaan obat
·         Menjelaskan obat menurut undang-undang peraturan pemerintah
·         Menjelaskan cara pemberian obat


Memberikan obat dengan benar sesuai resep dokter


Farmakologi Keperawatan















Farmakologi Keperawatan

·       Siswa memahami resep secara umum
·       Siswa menunjukkan kemampuannya dalam memahami obat
·       Siswa menjawab pertanyaan materi yang telah disampaikan
·       Siswa memahami obat  undang-undang  peraturan pemerintah





Siswa bisa menunjukkan kemampuan dengan cara demonstrasi
·          Tes tertulis
·          Persentasi
·          Tugas-tugas
·          Tes lisan
·          Problem base learning
·          Demonstrasi





















































































SILABUS KEPERAWATAN

NAMA SEKOLAH                      : SMK KESEHATAN BHAKTI KENCANA GARUT
MATA PELAJARAN                  : MEMAHAMI PEMBERIAN OBAT
KELAS/SEMESTER                  : XI / III
STANDAR KOMPETENSI          : Memahami pemberian obat
KODE KOMPETENSI                :
ALOKASI WAKTU                     :
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER BELAJAR
TM
PS

1.     Menjelaskan nomenklatur dan bentuk obat oral


























2.     Menjelaskan faktor yang mempengaruhi kerja obat






3.     Menjelaskan kemampuan memberikan obat oral
·     Ilmu – ilmu penggunaan obat
·     Pengertian tentang istilah obat dan penggolongannya menurut obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, dan obat narkotika
·     Sediaan Obat
·     Menjelaskan nomenklatur dan bentuk obat diantaranya : pulvis, pulveres, tablet, pil, kapsul, kaplet, larutan,suspensi, emulsi, galenik, ekstrak, infusa, salep, suppositoria, obat tetes dan injeksi
·     Standart obat
·     Penggunaan obat nonterapeutik





-   Menjelaskan faktor yang mempengaruhi cara kerja obat
-   Menjelaskan cara obat bekerja dalam tubuh
-   Menjelaskan efek obat




-     Menjelaskan cara dan waktu penggunaan obat yang tepat
-     Menjelaskan cara penyimpanan
-     Memahami tanggal kedaluwarsa obat


Farmakologi Keperawatan



























Farmakologi Keperawatan









Farmakologi Keperawatan


·       Siswa diberi penjelasan tentang nomenklatur dan bentuk obat diantaranya : pulvis, pulveres, tablet, pil, kapsul, kaplet, larutan,suspensi, emulsi, galenik, ekstrak, infusa, salep, suppositoria, obat tetes dan injeksi, standart obat, penggunaan obat nonterapeutik
·       Siswa memahami akan perbedaan dari setiap bentuk dan nomenklatur obat
·       Siswa mendiskusikan dengan guru setelah materi diberikan











·       Siswa mendengarkan dan menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan
·       Siswa mengajukan pertanyaan secara lisan





·       Siswa menjawab pertanyaan yang telah diberikan guru
·       Siswa lebih teliti dalam pemberian obat oral


·          Tes tertulis
·          Persentasi
·          Tugas-tugas
·          Tes lisan
·          Problem base learning
·          Demonstrasi

































































































Keterangan
TM        : Tatap Muka
PS        : Praktek di Sekolah (2 jam praktik di sekolah setara dengan 1 jam tatap muka)

PI         : Praktek di Industri  (4 jam praktik di Du/ Di setara dengan 1 jam tatap muka)
Read more

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan           : keperawatan maternitas
Sub Pokok Bahasan    : Inisiasi Menyusui Dini
Sasaran                        : Ibu-ibu Hamil
Tempat                        : Posyandu
Hari/Tanggal               : Senin, 05 Oktober 2015
Waktu                         : 1x20 menit

 


       I.            Tujuan Instruksional Umum
Pada akhir proses penyuluhan, para peserta diharapkan mengerti tentang pengertian IMD, keuntungan IMD, langkah IMD, tahapan perilaku bayi saat IMD.
    II.            Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan Ibu-ibu dapat :
1.      Menyebutkan pengertian IMD
2.      Menyebutkan keuntungan IMD
3.      Menyebutkan langkah IMD
4.      Menyebutkan tahapan perilaku bayi saat IMD

 III.            Materi
1.      Pengertian IMD
2.      Keuntungan IMD
3.      Langkah IMD
4.      Tahapan perilaku bayi saat IMD

 IV.            Rencana Kegiatan
1)      Topik                 : Inisiasi Menyusu Dini
2)      Metode              : ceramah dan Tanya jawab
3)      Media dan alat  : lembar balik dan leaflet
4)      Waktu                 : 20 menit
5)      Strategi pelaksanaan :
Kegiatan Penyuluhan
No
Waktu
KegiatanPenyuluhan
KegiatanPeserta

3 menit
Pembukaan :
·         Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
·         Menjelaskan tujuan dari penyuluhan


·        Menjawab salam
·        Memperhatikan


10 menit
Pelaksanaan :
·        Menjelakanpengertian IMD
·        MenjelaskanKeuntungan IMD
·        IMD yang dianjurkan
·        Menjelaskantahapanprilakubayisaat IMD
·        Memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan
.

·         Memperhatikan
·         Memperhatikan

·       Memperhatikan
·       Memperhatikan

·       Memberikan pertanyaan


5 menit
Evaluasi :
·         Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan dan reinporcment kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan
·         Menjawab pertanyaan

2 menit
Terminasi :
·      Mengucapkan terimakasih atas peran serta peserta.
·      Mengucapkan salam penutup

·        Mendengarkan

·       Menjawab salam



6)      Pengorganisasian :
Pembicara: Wildan Yahdian Rosyadi
Moderator: Dewi Apriliani
Penanggung Jawab: Dian Rudiansyah
Fasilitator: Neng Desi Sriwiharti, Muhamad Rizal Firmansyah.
7)      Uraian Tugas:
a)      Penanggung jawab: mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan
b)      Moderator:
1.                  Pada acara pembukaan
·                        Pembuka acara
·                        Memperkenalkan angggota penyuluh
·                        Menjelaskan topic dan tujuan penyuluhan
·                        Menjelaskan kontrak waktu
2.                  Kegiatan Inti
·                        Meminta peserta memberikan pertanyaan atau pertanyaan yang tidak dipahami
·                        Memberikan kesempatan kepada para ibu atas jawaban yang diajukan untuk menjawab
3.                  Pada acara penutup
·                     Menyimpulkan dan menutup diskusi
c)      Fasilitator:
·                     Memotivasi peserta agar berperan aktif
·                     membuat absensi penyuluhan
·                     mengantisipasi suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
d)     setting tempat
 




    V.            Evaluasi
1.      Evaluasi proses
·         Mempersiapkan satuan acara penyuluahan
·         Mengkonsultasikan ke pembimbing
·         Mempersipakan peserta penyuluhan
2.      Evaluasi struktur
·         Moderator dapat membuka acara penyuluhan dengan baik dan memperkenalkan seluruh anggota kepada peserta penyuluhan
·         Penyaji dapat menyampaikan materi dengan baik sehingga peserta memahami materi yang diberikan
·         Peserta ikut berperan dalam penyuluhan dengan mengajukan pertanyaan kepada anggota kelompok penyuluhan
·         Fasilitator dan penyaji dapat menjawab pertanyaan yang diajukan peserta dengan baik
3.       Evaluasi hasil
·         Setelah melakukan penyuluhan, 90% peserta mampu mnyebutkan pengertian inisiasi menyusu dini dengan bahasa sendiri
·         Peserta mampu menjelaskan pengertian inisiasi menyusu dini
·         Peserta mampu menyebutkan keuntungan inisiasi menyusu dini
·         Peserta mampu menjelaskan langkah inisiasi menyusu dini
·         Peserta mampu tahapan perilaku bayi saat inisiasi menyusu dini
4.      Daftar pertanyaan
a.       Apakah inisiasi menyusu dini itu?
b.      Apa saja keuntungan inisiasi menyusu dini? (minimal 2)
c.       Kapan IMD dilaksanakan?
d.      Bagaimana langkah-langkah IMD?
TINJAUAN TEORI

1.      Pengertian
Inisiasi menyusui dini atau permualan menyusu dini adalah merupakan cara atau upaya untuk membiarkan bayi yang baru lahir untuk mencari payudara ibu sendiri segera setelah lahir. Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini ini disebut the breast crawl atau merangkak mencari payudara. Inisiasi menyusu dini dapat mengurangi 22% kematian bayi yang berumur dibawah 28 hari, kemudian meningkatkan keberhasilan menyusu secara eksklusif, dan merangsang produksi ASI (Air Susu Ibu) dan memperkuat reflex menghisap bayi.
2.      Waktu dilakukan
IMD merupakan pengenalan awal dari bayi proses menyusu yang dilakukan :
1. Segera mungkin dalam fase 1 jam setelah kelahiran
2. Setelah bayi lahir dalam keadaan sehat dan menangis
3. Sesudah tali pusat dipotong dan dilap dengan kain hangat ( dengan
tetap mempertahankan verniks)
4. Bayi Diletakkan telanjang dan diletakkan didada ibu yang juga
telanjang dengan posisi tengkurap menghadap kearah ibu.
5. Bayi sengaja dibiarkan mencari sendiri puting susu ibunya ( pencarian
memakan waktu bervariasi sekitar 30-40 menit )
6. Dapat dilakukan pada bayi yang dilahirkan normal maupun dengan
operasi sesar.

3.      Keuntungan Inisiasi Menyusu Dini
1)      Keuntungan kontak kulit ke kulit bagi ibu
·   Menurunkan pendarahan
·   Meningkatkan produksi ASI  (Air Susu Ibu)
·   Ibu menjadi lebih tenang
·   Mengalihkan rasa nyeri pasca persalinan
2)      Keuntungan kontak kulit ke kulit bagi bayi
·         Menstabilkan pernapasan
·         Mengendalikan temperature atau suhu tubuh bayi
·         Memperbaiki atau mempunyai pola tidur yang lebih baik
·         Meningkatan hubungan psikologis antara ibu dan bayi
Keuntungan lain (manfaat lain):
·      Meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi, agar kuman yang pertama kali terpapar ke tubuh bayi berasal dari ibu yang kebanyakan tidak berbahaya dan telah direspon dengan faktor protektif yang tersedia dalam ASI.
·   Detak jantung ibu membuat bayi merasa tenang, stabil dan tidak stres.
·   Membantu bayi mendapatkan kolostrum.
·   Mewujudkan keberhasilan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama dan berlanjut dengan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun
·      Isapan pada payudara merangsang produksi hormon oksitosin, hormone ini bermanfaat merangsang aliran ASI dalam payudara ke mulut, merangsang kontraksi rahim dan membantu keluarnya plasenta secara alami seta mengurangi perdarahan pasca persalinan.
·      Tingkat gula darah lebih baik dibanding bayi baru lahir yang tidak langsung menyentuh ibunya.

4.      Tata Laksana Inisiasi Menyusu Dini
1)      Begitu lahir bayi diletakan diperut ibu yang sudah dialasi kain kering
2)      Keringkan seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannnya
3)      Tali pusat dipotong lalu diikat
4)      Verniks (zat lemak putih)  yang ada ditubuh bayi sebaiknya tidak dibersihkan karena membuat nyaman kulit bayi
5)      Tanpa dibedong bayi langsung ditengkurapkan didada atau diperut ibu dengan membiarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu
6)       Jika perlu bayi diberi topi untuk menguranngi pengeluaran panas dari kepalanya

5.      Tahapan Perilaku Bayi Dalam Inisiasi Menyusu Dini
1)      Stadium istirahat, diam dalam keadaan siaga: dalam 30 menit pertama bayi diam tidak bergerak
2)      Stadium mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium dan menjilat tangan
3)      Stadium mengelurakan air liur, saat menyadari bahwa ada makanan disekitarnya
4)      Bayi bergerak ke arah payudara, menjilat-jilat kulit ibu
5)      Tahap menemukan, menjilat, mengulung puting, membuka mulut dan melekat dengan baik.

6.      Persiapan melakukan inisiasi menyusu dini
1)      Pertemuan pimpinan rs, dr. kebidanan, dr. anak, dr. anastesi, bidan, tenaga kesehatan yang bertugas di kamar bersalin, kamar perawatan ibu melahirkan untuk menyosialisasikan rs.
2)      Melatih tenaga kesehatan terkait yang dapat menolong, mendukung ibu menyusui, termasuk menolong inisiasi menyusui dini yang benar.
3)      Setidaknya antenatal (ibu hamil), 2 kali pertemuan tenaga kesehatan bersama orang tua, membahas keuntungan ASI dan menyusui, tatalaksana menyusui yang benar, inisiasi menyusu dini termasuk inisiasi dini pada kelahiran dengan obat-obatan atau tindakan.
·         Pertemuan bersama-sama beberapa keluarga membicarakan secara umum.
·         Pertemuan dengan satu keluarga membicarakan secara khusus.
4)      Di rumah sakit ibu saying bayi, inisiasi menyusu dini termasuk langkah ke-4 dari 10 langkah keberhasilan menyusui.























DAFTAR PUSTAKA

JPN-KR. 2008.BukuAcuanPelatihanKinikAsuhanPersalinan Normal. Jakarta.

Roesli, Utami. 2012. PanduanInisiasiMenyusuiDiniPlus ASI Eksklusif. Cetakan V.  Jakarta :PustakaBunda


Read more