SATUAN ACARA PENYULUHAN
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
Pokok Bahasan : keperawatan maternitas
Sub Pokok
Bahasan : Inisiasi Menyusui Dini
Sasaran : Ibu-ibu Hamil
Tempat :
Posyandu
Hari/Tanggal :
Senin, 05 Oktober 2015
Waktu :
1x20 menit
I.
Tujuan
Instruksional Umum
Pada
akhir proses penyuluhan, para peserta diharapkan mengerti tentang pengertian IMD, keuntungan IMD, langkah IMD, tahapan perilaku
bayi saat IMD.
II.
Tujuan
Instruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan Ibu-ibu dapat :
1.
Menyebutkan
pengertian IMD
2.
Menyebutkan
keuntungan IMD
3.
Menyebutkan
langkah IMD
4.
Menyebutkan
tahapan perilaku bayi saat IMD
III.
Materi
1.
Pengertian
IMD
2.
Keuntungan
IMD
3.
Langkah
IMD
4.
Tahapan
perilaku bayi saat IMD
IV.
Rencana Kegiatan
1)
Topik : Inisiasi Menyusu Dini
2)
Metode : ceramah dan Tanya jawab
3)
Media
dan alat : lembar balik dan leaflet
4)
Waktu : 20 menit
5)
Strategi
pelaksanaan :
Kegiatan
Penyuluhan
|
No
|
Waktu
|
KegiatanPenyuluhan
|
KegiatanPeserta
|
|
|
3
menit
|
Pembukaan :
·
Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.
·
Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
|
·
Menjawab salam
·
Memperhatikan
|
|
|
10 menit
|
Pelaksanaan :
·
Menjelakanpengertian
IMD
·
MenjelaskanKeuntungan
IMD
·
IMD yang
dianjurkan
·
Menjelaskantahapanprilakubayisaat
IMD
·
Memberikan kesempatan kepada peserta untuk
mengajukan pertanyaan
.
|
·
Memperhatikan
·
Memperhatikan
· Memperhatikan
·
Memperhatikan
·
Memberikan pertanyaan
|
|
|
5 menit
|
Evaluasi :
·
Menanyakan
kepada peserta tentang materi yang telah diberikan dan reinporcment kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan
|
·
Menjawab
pertanyaan
|
|
|
2 menit
|
Terminasi :
· Mengucapkan
terimakasih atas peran serta peserta.
· Mengucapkan
salam penutup
|
·
Mendengarkan
·
Menjawab salam
|
6)
Pengorganisasian
:
Pembicara: Wildan Yahdian Rosyadi
Moderator: Dewi Apriliani
Penanggung Jawab: Dian Rudiansyah
Fasilitator: Neng Desi Sriwiharti, Muhamad Rizal Firmansyah.
7)
Uraian
Tugas:
a)
Penanggung
jawab: mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan
b)
Moderator:
1.
Pada
acara pembukaan
·
Pembuka
acara
·
Memperkenalkan
angggota penyuluh
·
Menjelaskan
topic dan tujuan penyuluhan
·
Menjelaskan
kontrak waktu
2.
Kegiatan
Inti
·
Meminta
peserta memberikan pertanyaan atau pertanyaan yang tidak dipahami
·
Memberikan
kesempatan kepada para ibu atas jawaban yang diajukan untuk menjawab
3.
Pada
acara penutup
·
Menyimpulkan
dan menutup diskusi
c)
Fasilitator:
·
Memotivasi
peserta agar berperan aktif
·
membuat
absensi penyuluhan
·
mengantisipasi
suasana yang dapat mengganggu kegiatan penyuluhan
d)
setting tempat
setting tempat ![]() |
V.
Evaluasi
1.
Evaluasi
proses
·
Mempersiapkan
satuan acara penyuluahan
·
Mengkonsultasikan
ke pembimbing
·
Mempersipakan
peserta penyuluhan
2.
Evaluasi
struktur
·
Moderator
dapat membuka acara penyuluhan dengan baik dan memperkenalkan seluruh anggota
kepada peserta penyuluhan
·
Penyaji
dapat menyampaikan materi dengan baik sehingga peserta memahami materi yang
diberikan
·
Peserta
ikut berperan dalam penyuluhan dengan mengajukan pertanyaan kepada anggota
kelompok penyuluhan
·
Fasilitator
dan penyaji dapat menjawab pertanyaan yang diajukan peserta dengan baik
3.
Evaluasi hasil
·
Setelah
melakukan penyuluhan, 90% peserta mampu mnyebutkan pengertian inisiasi menyusu
dini dengan bahasa sendiri
·
Peserta
mampu menjelaskan pengertian inisiasi menyusu dini
·
Peserta
mampu menyebutkan keuntungan inisiasi menyusu dini
·
Peserta
mampu menjelaskan langkah inisiasi menyusu dini
·
Peserta
mampu tahapan perilaku bayi saat inisiasi menyusu dini
4.
Daftar
pertanyaan
a.
Apakah
inisiasi menyusu dini itu?
b.
Apa
saja keuntungan inisiasi menyusu dini? (minimal 2)
c.
Kapan
IMD dilaksanakan?
d.
Bagaimana
langkah-langkah IMD?
TINJAUAN TEORI
1. Pengertian
Inisiasi menyusui dini atau permualan menyusu dini adalah merupakan cara
atau upaya untuk membiarkan bayi yang baru lahir untuk mencari payudara ibu
sendiri segera setelah lahir. Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini ini disebut
the breast crawl atau merangkak mencari payudara. Inisiasi menyusu dini dapat
mengurangi 22% kematian bayi yang berumur dibawah 28 hari, kemudian
meningkatkan keberhasilan menyusu secara eksklusif, dan merangsang produksi ASI
(Air Susu Ibu) dan memperkuat reflex menghisap bayi.
2. Waktu
dilakukan
IMD
merupakan pengenalan awal dari bayi proses menyusu yang dilakukan :
1.
Segera mungkin dalam fase 1 jam setelah kelahiran
2.
Setelah bayi lahir dalam keadaan sehat dan menangis
3.
Sesudah tali pusat dipotong dan dilap dengan kain hangat ( dengan
tetap
mempertahankan verniks)
4.
Bayi Diletakkan telanjang dan diletakkan didada ibu yang juga
telanjang
dengan posisi tengkurap menghadap kearah ibu.
5.
Bayi sengaja dibiarkan mencari sendiri puting susu ibunya ( pencarian
memakan
waktu bervariasi sekitar 30-40 menit )
6.
Dapat dilakukan pada bayi yang dilahirkan normal maupun dengan
operasi
sesar.
3.
Keuntungan Inisiasi Menyusu Dini
1)
Keuntungan
kontak kulit ke kulit bagi ibu
·
Menurunkan
pendarahan
·
Meningkatkan
produksi ASI (Air Susu Ibu)
·
Ibu
menjadi lebih tenang
·
Mengalihkan
rasa nyeri pasca persalinan
2)
Keuntungan
kontak kulit ke kulit bagi bayi
·
Menstabilkan
pernapasan
·
Mengendalikan
temperature atau suhu tubuh bayi
·
Memperbaiki
atau mempunyai pola tidur yang lebih baik
·
Meningkatan
hubungan psikologis antara ibu dan bayi
Keuntungan lain (manfaat lain):
·
Meningkatkan
daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi, agar kuman yang pertama kali terpapar
ke tubuh bayi berasal dari ibu yang kebanyakan tidak berbahaya dan telah
direspon dengan faktor protektif yang tersedia dalam ASI.
·
Detak
jantung ibu membuat bayi merasa tenang, stabil dan tidak stres.
·
Membantu
bayi mendapatkan kolostrum.
·
Mewujudkan
keberhasilan pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan pertama dan berlanjut dengan
pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun
·
Isapan
pada payudara merangsang produksi hormon oksitosin, hormone ini bermanfaat
merangsang aliran ASI dalam payudara ke mulut, merangsang kontraksi rahim dan
membantu keluarnya plasenta secara alami seta mengurangi perdarahan pasca
persalinan.
·
Tingkat
gula darah lebih baik dibanding bayi baru lahir yang tidak langsung menyentuh
ibunya.
4.
Tata Laksana Inisiasi Menyusu Dini
1)
Begitu
lahir bayi diletakan diperut ibu yang sudah dialasi kain kering
2)
Keringkan
seluruh tubuh bayi termasuk kepala secepatnya, kecuali kedua tangannnya
3)
Tali
pusat dipotong lalu diikat
4)
Verniks
(zat lemak putih) yang ada ditubuh bayi
sebaiknya tidak dibersihkan karena membuat nyaman kulit bayi
5)
Tanpa
dibedong bayi langsung ditengkurapkan didada atau diperut ibu dengan membiarkan
kontak kulit bayi dengan kulit ibu
6)
Jika perlu bayi diberi topi untuk menguranngi
pengeluaran panas dari kepalanya
5.
Tahapan Perilaku Bayi Dalam Inisiasi Menyusu Dini
1)
Stadium
istirahat, diam dalam keadaan siaga: dalam 30 menit pertama bayi diam tidak
bergerak
2)
Stadium
mengeluarkan suara, gerakan mulut seperti mau minum, mencium dan menjilat
tangan
3)
Stadium
mengelurakan air liur, saat menyadari bahwa ada makanan disekitarnya
4)
Bayi
bergerak ke arah payudara, menjilat-jilat kulit ibu
5)
Tahap
menemukan, menjilat, mengulung puting, membuka mulut dan melekat dengan baik.
6.
Persiapan melakukan inisiasi menyusu dini
1)
Pertemuan
pimpinan rs, dr. kebidanan, dr. anak, dr. anastesi, bidan, tenaga kesehatan
yang bertugas di kamar bersalin, kamar perawatan ibu melahirkan untuk
menyosialisasikan rs.
2)
Melatih
tenaga kesehatan terkait yang dapat menolong, mendukung ibu menyusui, termasuk
menolong inisiasi menyusui dini yang benar.
3)
Setidaknya
antenatal (ibu hamil), 2 kali pertemuan tenaga kesehatan bersama orang tua,
membahas keuntungan ASI dan menyusui, tatalaksana menyusui yang benar, inisiasi
menyusu dini termasuk inisiasi dini pada kelahiran dengan obat-obatan atau
tindakan.
·
Pertemuan
bersama-sama beberapa keluarga membicarakan secara umum.
·
Pertemuan
dengan satu keluarga membicarakan secara khusus.
4)
Di
rumah sakit ibu saying bayi, inisiasi menyusu dini termasuk langkah ke-4 dari
10 langkah keberhasilan menyusui.
DAFTAR
PUSTAKA
JPN-KR. 2008.BukuAcuanPelatihanKinikAsuhanPersalinan
Normal. Jakarta.
Roesli, Utami.
2012. PanduanInisiasiMenyusuiDiniPlus ASI
Eksklusif. Cetakan V. Jakarta
:PustakaBunda


0 comments: